not balok

Metoda Quantum Learning untuk belajar Piano Klasik.

Inti dari metoda Quantum Learning menurut buku QUANTUM LEARNING
(Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan)
Penulis : Bobbi DePorter & Mike Hernacki adalah bagaimana mengoptimalkan kerja otak.
Sehingga hasil dari pembelajaran seseorang akan lebih cepat difahami dan efektif.

Belajar piano klasik selain belajar memainkan alat musik itu sendiri, juga belajar tentang lagu dan komposernya.
Ada beberapa hal yang perlu dipelajari antara lain ritme (catatanlita.blogspot.com) belajar membaca partitur yang lebih dikenal sebagai not balok dan terutama kaitan antara partitur dan piano.

Biasanya yang belajar piano adalah anak-anak berusia sekitar 5 tahun.
Usia 5 tahun, mereka juga bari belajar mengenal abjad ABCD dst, untuk anak-anak
Muslim juga diperkenalkah huruf Hijayah.
Huruf-huruf, baik abjad maupun huruf Hijayah adalah sesuatu yang abstrak.
Tidak mengandung arti, hanya berupa bunyi dan sulit difahami oleh anak-anak.

Dulu, saya mengajarkan anak-anak saya membaca dengan alat bantu gambar dan suku kata.
Misalnya susunan huruf “gigi” lalu di sampingnya ada gambar gigi.
Atau “mata” dengan gambar mata.
Dan seterusnya, cari benda atau perumpamaan yang ada di sekitar anak-anak.
Metoda ini telah berhasil saya terapkan dalam mengajarkan membaca anak-anak saya.
Kedua anak-anak saya sudah bisa membaca di usia 4 tahun.
Ternyata metoda pembelajaran membaca ini diajarkan di SD sekarang.
Anak tidak diharuskan menghafal abjad-abjad tersebut, tetapi dikaitkan langsung dengan gambar benda tertentu.

Kalau dulu anak-anak SD belajar membaca dengan menghafal huruf dulu.

Metoda tersebut dapat diterapkan juga dalam mempelajari not balok.
Susunan not-not balok di pertitur piano klasik merupakan susunan not-not berupa kecambah, pada garis-garis horisontal dinamakan garis paranada.
Garis-garis tersebut ada 5 di atas dan 5 lagi di bawah.
Perhatikan ada bulatan-bulatan not dengan kaki-kaki turun naik di garis- garis tersebut.
Sebagai langkah awal, putar dahulu garis-garis horisontal sehingga menjadi garis-garis vertikal.
Sehingga ada 2 kelompok garis-garis sebelah kanan dan kiri.
Semua not-not yang di sebelah kanan akan dimainkan oleh tangan kanan dan sebelah kiri oleh tangan kiri.

Langkah ini penting, karena sebagian besar balita (anak 5 tahun) masih sulit membedakan tangan kanan dan tangan kiri.
Kalau sudah mengerti posisi tangan kanan dan kiri, baru gambar garis tersebut diputar ke posisi seharusnya, yaitu horisontal.
Nah, sekarang jadi jelas, kenapa garis atas dimainkan oleh tangan kanan dan garis bawah dimainkan oleh tangan kiri.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s