Mengajar Kelas Grup

http://bee-piano.blogspot.com/2006/12/mengajar-kelas-grup.html

Hari Senin adalah hari berat.
Pagi mengajar di kampus.
Siang mengajar piano di kursus musik.
Sebetulnya kalau mengajar kelas private tidak terlalu berat. Seringnya aku mengantuk.
Tapi tantangan terbesar adalah mengajar di kelas grup. Dan grupnya grup hari Senin jam 4 sore.
Kelas selalu gaduh. Kelas selalu tidak bisa tenang. Selalu ada dua anak itu yang membuat ribut.
Reihana dan Bram. Perempuan dan laki. Kelas 2 dan kelas 4.
Yang perempuan, tomboy, pede dan cerewet. Yang laki, jail, usil dan nggak bisa konsentrasi.
Kelas dengan 8 orang anak, dan 2 diantaranya biang kerok.
Anak-anak sekarang kurang santun dibandingkan dengan anak-anak dijamanku.
Seringkali aku berpikir, apakah aku ini kurang berwibawa atau anak-anak yang kurang ajar.
Tapi, kenapa di kelas grup hari Jum’at atau Sabtu bisa tertib dan sopan ?
Tak heran kalau kelas grup Senin yang semula gurunya Hesti ditawarkan ke aku.
Hampir semua guru sudah tahu, tidak mudah mengatasi kelas grup Senin ini.
Sebetulnya ada cara ampuh yaitu memisahkan 2 anak tersebut.
Tetapi tidak mudah. Karena biasanya jadwal mereka sehari-hari sudah padat.
Sehingga hari dan waktu les sangat terbatas dan ketat.
Baca lebih lanjut

Iklan

Penentuan Tingkat di Kursus Piano Klasik

http://bee-piano.blogspot.com/2007/08/penentuan-tingkat-di-kurus-piano-klasik.html

Kalau seseorang ingin mendaftar ke kursus piano klasik, maka dia akan disodori daftar
biaya kursus dan tingkatnya. Semakin tinggi tingkat maka semakin tinggi biayanya.
Untuk berada di tingkat tertentu harus melalui ujian kenaikan tingkat.
Dari semua kursus musik klasik, biasanya jurusan piano klasik merupakan jurusan yang paling banyak tingkatnya.
Dengan kata lain, jurusan yang paling lama membutuhkan waktu untuk belajar sampai tingkat mahir.
Lalu, apa yang terjadi apabila seseorang karena sesuatu sebab pindah kursus ke tempat lain.
Maka, diberlakukan peraturan yang kemungkinan besar berbeda dari satu tempat kursus dengan tempat kursus lainnya.
Misalnya Kursus Piano “A”, memberlakukan peraturan murid harus mengulang lagi dari tingkat awal.
Sementara Kursus Piano “B”, memberlakukan semacam tes kemampuan (tes penempatan) kemudian disesuaikan dengan kurikulum di
tempat kursus yang baru.
Alternatif ke dua, menurut penulis lebih adil, karena seseorang pasti sudah mempunyai dasar yang sama, walaupun calon murid
tersebut merupakan pindahan dari tempat kursus lain.
Musik klasik, apakah alat musik yang dipelajari adalah piano, biola atau lain-lainnya, semua mempunyai dasar-dasar yang sama,
yaitu ketukan – ritme – nada. Persoalan teknik, kelenturan jari dan pergelangan tangan merupakan persoalan kedua yang bisa
diasah lebih lanjut dan materi-materi lain bisa ditambahkan oleh guru baru. Yang penting calon murid tidak perlu diturunkan
tingkatnya. Menurunkan tingkat secara psikologis melemahkan semangat calon murid, yang berada di jaman dimana musik klasik
merupakan aliran musik yang tidak populer dibandingkan aliran musik pop, jazz bahkan dangdut.
Tetapi, walaupun tes kemampuan (tes penempatan) sudah dilakukan, ternyata ada tempat kursus yang memberlakukan peraturan
bahwa untuk menempuh ujian di tingkat tertentu harus lebih dahulu menempuh ujian di tingkat bawahnya.
Menurut penulis, peraturan seperti ini mengada-ada. Agak tidak masuk akal, apabila seseorang yang sudah mempunyai kemampuan di tingkat III, tetapi karena yang bersangkutan merupakan murid pindahan, maka murid tersebut harus ikut ujian tingkat I dan II. Peraturan seperti ini seolah-olah mengindikasikan bahwa kursus piano tersebut mengejar pemasukan dana dari biaya ujian kenaikan tingkat.
Baca lebih lanjut

Hari Pertama Les

Hari pertama les piano, seorang anak akan diantar oleh orangtuanya, ibunya atau ayahnya.
Atau kakaknya atau petugas administrasi di tempat kursus piano.
Maka pertanyaan pertama adalah, umur atau kelas berapa, pernah les piano sebelumnya atau tidak.
Di rumah punya piano atau tidak. Kalau punya piano, siapa saja yang punya piano di rumah.

Pertama, adalah mengajarkan posisi duduk terhadap piano, letak jari di tuts piano.
Lalu memperkenalkan “peta piano”. Yaitu, memahami bahwa tuts piano terdiri dari tuts hitam
dan putih. Memperkenalkan ada kelompok 2-tuts hitam dan 3-tuts hitam.
Murid sudah bisa diajarkan lagu sederhana yang dimainkan oleh 2 dan 3 tuts hitam bergantian.
Kemudian memperkenalkan not C. Murid diminta memainkan seluruh not C, ajak murid memahami
bahwa ada 7 not C. Biarkan murid mencari not C tersebut dari kelompok 2-tuts.
Dengan demikian, sejak dini sudah diperkenalkan seluruh jangkauan (range) tuts.
Juga mendengarkan ada nada rendah dan nada tinggi.

Baca lebih lanjut